Tingkatkan Layanan Publik, Sekda Bogor Ajat Rochmat Pacu ASN Raih Skor Tertinggi dalam Survei Integritas KPK 2025
Dikusi Cimahi- Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan kembali diuji. Menyambut Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi KPK tahun 2025, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, secara resmi menggalang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terlibat aktif. Ajakan ini bukan sekadar imbauan formal, melainkan sebuah seruan untuk membuktikan integritas dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Baca Juga : Janji Palsu Rekrutmen Kejaksaan, Pria 55 Tahun Berakhir Di Tahanan
“Integritas bukanlah sebuah pilihan, melainkan pondasi utama dalam setiap layanan yang kita berikan. Survei SPI ini adalah cermin bagi kita semua untuk melihat sejauh mana komitmen tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Ajat dalam keterangan resminya.
Inspeksi Mendadak Buktikan Komitmen Nyata
Bukti keseriusan ini tidak hanya berhenti pada kata-kata. Beberapa waktu lalu, Ajat secara langsung memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke dua instansi yang menjadi ujung tombak pelayanan publik: Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Sidak ini dilakukan untuk memastikan kesiapan dan responsivitas instansi dalam menyongsong penilaian SPI, sekaligus menjalankan instruksi langsung dari Bupati Bogor.
“Arahan Bapak Bupati sangat jelas. Kita harus meningkatkan peran serta, baik secara internal melalui evaluasi kinerja, maupun secara eksternal dengan mendengar langsung respons masyarakat melalui survei integritas ini. Ini adalah langkah strategis untuk membangun kepercayaan publik,” papar Ajat menjelaskan landasan gerak langkah ini.
SPI: Bukan Hanya Survei Biasa, Tapi Jalan Menuju Pemerintahan Bersih
Lantas, apa sebenarnya SPI yang digaungkan KPK ini? Survei Penilaian Integritas (SPI) adalah sebuah instrumen nasional yang dirancang untuk memotret kondisi integritas di berbagai lembaga publik. Hasilnya akan dirangkum dalam sebuah Indeks Integritas Nasional.
Yang membedakan SPI dari survei biasa adalah sumber datanya yang langsung dari akar rumput: pengalaman dan persepsi masyarakat sebagai pengguna layanan, para pegawai di instansi tersebut, serta para ahli di bidangnya. Dengan kata lain, SPI adalah ruang umpan balik monumental yang memungkinkan masyarakat menjadi pengawas sekaligus mitra pemerintah dalam mencegah korupsi. Partisipasi publik dalam mengisi SPI secara tidak langsung telah mendorong perbaikan berkelanjutan dalam tata kelola dan kualitas layanan instansi pemerintah.
Transformasi Luar Biasa: Dari 57% Menjadi 91%
Dan hasil dari komitmen tersebut mulai terlihat nyata. Dalam kunjungannya ke Bapenda, Sekda Ajat menyaksikan sendiri sebuah lompatan kemajuan yang signifikan. Berkat gerak cepat (gercep) dan inisiatif seluruh jajaran, skor SPI internal Bapenda berhasil melesat dari yang sebelumnya 57% menjadi 91%.
“Alhamdulillah, ini adalah sebuah kemajuan yang sangat membanggakan. Lonjakan dari 57% ke 91% di Bapenda adalah bukti nyata bahwa kita responsif terhadap arahan dan memiliki semangat kolektif untuk berbenah. Terima kasih atas kerja kerasnya,” ujar Ajat dengan penuh apresiasi.
Strategi Cerdas: Libatkan Masyarakat dengan Pendampingan dan Teknologi
Keberhasilan ini bukanlah sebuah kebetulan. Untuk menjaring penilaian dari eksternal, Pemkab Bogor menerapkan strategi yang partisipatif dan mudah diakses. Banner yang dilengkapi kode QR (barcode) SPI telah dipasang di berbagai loket pelayanan. Yang lebih istimewa, para pegawai Bapenda tidak hanya menunggu, tetapi proaktif mendampingi dan membantu masyarakat yang ingin mengisi survei. Pendekatan manusiawi ini terbukti efektif meningkatkan minat dan partisipasi masyarakat.
“Kami ucapkan terima kasih bagi yang sudah gercep. Semoga ke depannya, Pemkab Bogor semakin transparan dan akuntabel. Masyarakat tidak perlu lagi khawatir dengan kualitas layanan, karena kita berkomitmen total pada integritas,” tutup Ajat, menyampaikan harapannya untuk masa depan Kabupaten Bogor yang lebih baik dan bebas dari praktik koruptif.
Dengan langkah-langkah konkret ini, Pemkab Bogor di bawah kepemimpinan Sekda Ajat Rochmat Jatnika tidak hanya sekadar mengejar angka semata, tetapi sedang membangun fondasi pemerintahan yang kuat, dipercaya, dan benar-benar melayani rakyat.





