, ,

Lautan Manusia Menghidupkan Kembali Jalan Sejarah Asia Afrika

oleh -276 Dilihat

Semarak Asia Africa Festival 2025: Jantung Bandung Berdegup Kencang di Hari Pertama

Cimahi- Suasana pagi di seputaran Jalan Asia Afrika, Bandung, bukan seperti hari biasa. Sejak mentari mulai menyingsing, denyut nadi kota ini sudah berdegup kencang, dihela oleh gelora Asia Africa Festival 2025. Ribuan warga dari berbagai penjuru telah membanjiri ruas jalan bersejarah tersebut, mengubahnya menjadi lautan manusia yang penuh antusiasme, jauh sebelum pawai pembuka dimulai.

Lautan Manusia Menghidupkan Kembali Jalan Sejarah Asia Afrika
Lautan Manusia Menghidupkan Kembali Jalan Sejarah Asia Afrika

Baca Juga : Membangun Kepercayaan Masyarakat Melalui Integritas Dalam Survei KPK

Pantauan pukul 08.15 WIB menggambarkan betapa semaraknya suasana. Warga sudah berjubel dan berjajar rapi di sepanjang trotoar Jalan Asia Afrika, yang sisi kanan dan kirinya telah dipagat untuk mengamankan area festival. Hotel Preanger, saksi bisu Konferensi Asia-Afrika 1955, kini menjadi gerbang pembuka sebuah perayaan akbar budaya. Jalan protokol yang biasanya dipadati kendaraan, hari ini bertransformasi menjadi sebuah pentas raksasa yang siap diisi oleh warna, tarian, dan musik.

Para peserta pawai dari berbagai kota dan kabupaten di Indonesia terlihat sibuk mempersiapkan diri di sekitar Tugu Nol Kilometer. Dengan kostum tradisional dan kontemporer yang menawan, mereka menjadi magnet bagi pengunjung. Sorak sorai dan bunyi shutters kamera smartphone tak henti terdengar, mengabadikan momen persiapan yang tak kalah menariknya dengan pawai itu sendiri.

Antusiasme Warga: Dari Niat yang Bela-belain hingga Ketidaksengajaan

Semangat warga menjadi bumbu utama kemeriahan festival ini. Tari (45), seorang warga dari Cibiru, mengaku sengaja mengambil cuti kerja demi menyaksikan pawai ikonik Kota Bandung ini. Ia datang bersama anak laki-lakinya dengan menaiki bus kota.

“Sengaja izin kerja, demi nonton. Tau infonya dari TikTok. Dulu pernah lihat waktu anak saya masih bayi, sekarang dia sudah remaja. Jadi sudah lama sekali tidak merasakan atmosfer seperti ini,” ujar Tari dengan mata berbinar. “Kami berdua saja yang datang, yang lain kerja. Anak saya ini paling penasaran dan pengin banget lihat Kuda Renggong dari Bandung Timur. Katanya, hanya di sini bisa lihat yang semeriah ini.”

Cerita berbeda datang dari Eka (40), warga Antapani. Kedatangannya ke festival justru tidak direncanakan. Awalnya, ia hanya sedang menjalani rutinitas olahraga pagi di sekitar pusat kota. Namun, keriuhan dan energi positif yang terpancar dari Jalan Asia Afrika menarik langkahnya.

“Ini mah kebetulan banget, habis olahraga lewat sini. Langsung penasaran karena rame sekali, katanya ada pawai. Biasanya saya menghindari keramaian, tapi hari ini kok rasanya ingin sekali ikut merasakan semangatnya. Jadi, sekalian saja mampir dan nonton,” tuturnya sambil tersenyum.

Lebih dari Sekadar Pawai: Sebuah Perayaan Budaya Dua Hari

Lautan Asia Africa Festival 2025 dirancang sebagai sebuah perhelatan yang komprehensif. Acara ini berlangsung selama dua hari penuh, dengan hari pertama menampilkan highlight berupa Pawai Kostum Arak-arakan. Pawai ini menampilkan kolaborasi spektakuler dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan komunitas tidak hanya dari Jawa Barat, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia, menunjukkan kekayaan budaya Nusantara.

Tak hanya pawai, para pengunjung juga bisa menikmati Panggung Hiburan yang terletak strategis di depan Gedung Konferensi Asia Afrika. Berbagai pertunjukan musik dan tari ditampilkan secara gratis untuk dinikmati oleh seluruh warga.

Di hari pertama, festival diperkirakan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB. Penutupan ruas Jalan Asia Afrika dan sekitarnya akan dilanjutkan kembali setelah waktu tersebut, memberikan kesempatan bagi kota untuk bernapas sejenak sebelum bersiap untuk rangkaian acara di hari kedua yang tak kalah meriah. Semangat solidaritas dan keberagaman Asia-Afrika kembali hidup, menghangatkan jantung Kota Bandung.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.