, ,

Data BPBD Kuningan 225 Kejadian Bencana Catatkan Rekor Mengkhawatirkan

oleh -363 Dilihat

Kuningan Diguncang 225 Bencana dalam 9 Bulan, Longsor Jadi Ancaman Dominan di 2025

Diskusi Cimahi- Kabupaten Kuningan tercatat telah dilanda 225 kejadian bencana hanya dalam kurun waktu. Data mengkhawatirkan ini dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, menggambarkan betapa rentannya wilayah ini terhadap berbagai gangguan alam dan non-alam.

Data BPBD Kuningan 225 Kejadian Bencana Catatkan Rekor Mengkhawatirkan
Data BPBD Kuningan 225 Kejadian Bencana Catatkan Rekor Mengkhawatirkan

Baca Juga : Simulasi Penanganan Huru-hara Skala Besar Digelar Polrestabes Bandung Di Lapangan Tegallega

Dari total kejadian yang tersebar di 31 kecamatan dan 127 desa/kelurahan tersebut, bencana tanah longsor mendominasi dengan angka yang mencengangkan: 157 kejadian. Dominasi ini menjadikan longsor sebagai ancaman terbesar bagi keselamatan jiwa dan infrastruktur di Kuningan.

Rincian Bencana dan Dampak yang Ditimbulkan

Selain longsor, jenis bencana lain yang tercatat adalah:

  • Cuaca Ekstrem: 33 kejadian

  • Bangunan Ambruk: 17 kejadian

  • Kebakaran Rumah/Bangunan: 8 kejadian

  • Banjir: 6 kejadian

  • Orang Hanyut: 3 kejadian

  • Orang Hilang: 1 kejadian

Dampak kemanusiaan dari rentetan bencana ini sangat memilukan. Dilaporkan 4 orang meninggal dunia, 2 orang luka-luka, dan 30 orang terpaksa mengungsi. Tidak kurang dari 1.617 jiwa merasakan dampak langsung dari berbagai bencana tersebut.

Sementara itu, kerusakan fisik yang ditimbulkan sangat masif:

  • Perumahan: 19 unit rumah rusak berat, 46 unit rusak sedang, 157 unit rusak ringan, 52 unit terancam, dan 179 unit terendam.

  • Infrastruktur: 25 titik jalan rusak, 3 jembatan rusak.

  • Pertanian & Lingkungan: 6 hektare sawah dan 25 hektare kebun/hutan terdampak.

  • Fasilitas Umum: Kerusakan juga melanda 8 unit sarana pendidikan, 1 sarana kesehatan, 2 sarana ibadah, 114 titik tembok penahan tanah (TPT), dan 8 titik sarana irigasi.

Wilayah Selatan Jadi Episentrum Longsor

Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, memaparkan bahwa tingginya frekuensi longsor dipicu oleh curah hujan yang tinggi pada awal tahun (Januari hingga April), yang membuat tanah menjadi tidak stabil. Ia mengungkapkan bahwa wilayah Kuningan Selatan adalah daerah yang paling rentan.

“Spesifik titiknya itu rata-rata di daerah Kuningan Selatan seperti Kecamatan Kadugede, Hantara, Ciwaru, Salajambe, Subang, dan Cilebak yang memiliki potensi longsor yang cukup tinggi,” jelas Indra.

Meski angkanya terlihat besar, Indra menyebut bahwa data 225 kejadian ini masih dalam batas “standar” dibandingkan tahun sebelumnya yang bisa mencapai 300 titik. Data ini dikumpulkan dari laporan yang masuk ke BPBD, baik akibat faktor alam maupun ulah manusia.

Himbauan Kesiapsiagaan untuk Masyarakat

Menyikapi data ini, Indra menghimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan bencana, untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Kesiapsiagaan menjadi kunci, terutama saat cuaca tidak menentu yang dapat membawa angin kencang, hujan deras, dan petir.

“Untuk himbauannya, selalu menjaga lingkungan. Tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air, dan rutin melakukan pemangkasan pohon yang sudah tua dan besar yang berpotensi tumbang,” pungkas Indra. Langkah-langkah mitigasi sederhana ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana di masa yang akan datang.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.